Ternyata, untuk yakin tak perlu hitungan tahun. Saat hati sudah memilih, semesta pun membuka jalannya. Cerita ini bukan lagi milikku atau miliknya, tapi milik kami berdua yang akhirnya berani saling menitipkan hati, berjanji untuk pulang meski kadang arah hilang, dan tetap memilih meski rintangan datang silih berganti.