



Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Segala sesuatu telah tertulis dan tersusun begitu rapi oleh Sang Maha Kuasa. Tahun 2023 menjadi awal dari kisah indah kami—ketika dua jiwa asing dipertemukan dalam takdir yang telah digariskan. Sejak saat itu, dunia terasa berbeda, seolah semesta ikut berbisik: “Inilah permulaan dari sebuah perjalanan cinta.”
Seiring waktu yang terus berjalan, kedekatan kami pun tumbuh perlahan namun pasti. Seperti pepatah Jawa bilang, “Witing tresno jalaran soko kulino”—cinta tumbuh karena terbiasa bersama. Dalam setiap tawa, doa, dan diam kami, cinta itu semakin kokoh. Atas izin Allah, kami melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan melangsungkan lamaran pada Desember 2024. Hari itu bukan sekadar pertemuan dua keluarga, tapi pertemuan dua hati yang sama-sama ingin saling menjaga.
“Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing nyiptaaken Manungsa.” Cinta kepada sesama hanyalah wujud dari cinta kepada Sang Pencipta. Bukan karena bertemu lalu berjodoh, tapi karena berjodohlah kami dipertemukan. Kini, di bulan Agustus yang penuh berkah ini, kami mengikrarkan janji suci pernikahan. Kami memilih untuk berjalan bersama, menua bersama, dan mencinta dalam ridha-Nya. Semoga Allah SWT memberkahi pernikahan kami, menjadikannya sakinah, mawaddah, dan penuh rahmah. Sebab cinta yang tumbuh karena-Nya, akan selalu menemukan jalan pulang—ke surga yang sama.