Semua berawal dari kegiatan Naposo di gereja. Kami bertemu sebagai teman dalam pelayanan—saling sapa, saling bantu, dan saling lempar candaan . Dalam berbagai kegiatan—latihan koor, rapat, ret-ret dan kegiatan lainnya yang kami sering dipertemukan. Dari yang tadinya hanya saling sapa, perlahan menjadi saling cari. Semakin banyak waktu yang dihabiskan bersama, semakin terasa bahwa ini bukan pertemuan biasa.