



Siapa sangka, pertemuan yang terasa mustahil di hati justru menuntun pada kedekatan dengan jiwa yang awalnya tampak asing dan tak mungkin dimengerti. Tak ada yang benar-benar kami rencanakan, selain menjalani hari seperti biasa—hingga perlahan, langkah kami mulai saling sejajar.
Sekian waktu berjalan sebagai rekan kerja tanpa banyak bicara soal hati. Hingga cerita yang dulu dipendam perlahan terkuak… dan ternyata, kita punya tujuan yang sama. Saat itulah kami sadar, mungkin ini bukan sekadar kebetulan—melainkan bagian dari cerita yang sejak awal memang ditulis untuk dipertemukan.
Menikah bukan sekadar tentang siapa yang selalu ada di sampingmu, tapi tentang siapa yang membuatmu merasa pulang—bahkan di tengah keramaian. Maka saat hati ini mantap memilihmu, itu bukan karena segalanya pasti, tapi karena bersamamulah aku siap menghadapi segalanya—pasti atau tidak.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.