



Nabilla dan Hafis pernah tumbuh bersama sejak TK hingga SD. Hingga akhirnya, waktu membawa kami berpisah, menjalani kehidupan masing-masing di kota yang berbeda.
Oktober 2024 menjadi titik yang tak pernah disangka. Saat Nabilla baru saja kehilangan ibunda tercinta, Allah menghadirkan Hafis kembali—tiba-tiba, namun tepat pada waktunya. Dari situlah, jalan komunikasi yang lama terputus kembali terbuka dengan begitu mudah, sebagai bukti bahwa Allah Maha Kuasa dalam mempertemukan dua insan.
Meski terpisah jarak karena LDR, Allah senantiasa memudahkan langkah kami. Tanpa perlu waktu panjang, keyakinan tumbuh, dan kami sepakat untuk melangkah bersama menuju keseriusan.
Pada April 2025, Hafis menyatakan niat untuk menikah. Dan dengan penuh syukur, Juli 2025 menjadi langkah resmi dalam perjalanan kami: hari lamaran yang mempererat ikatan hingga menuju pernikahan. Pada akhirnya kami percaya, semua ini terjadi semata-mata karena kuasa Allah. Bukan karena bertemu lalu berjodoh, melainkan karena berjodohlah maka Allah pertemukan kembali.