9 tahun bukan waktu yang sebentar. Dalam 9 tahun ini, kami pernah jadi sepasang kekasih paling lengket, lalu berubah jadi dua orang asing yang bahkan nggak saling sapa. Pernah merasa nggak bisa hidup tanpa satu sama lain, tapi juga pernah merasa dunia baik-baik saja tanpa kabar. Pernah putus, nyambung, terus putus lagi, nyambung lagi kayak sinyal WiFi rumah tetangga: kadang kuat, kadang hilang. Tapi di balik semua drama itu, ada satu hal yang nggak pernah benar-benar hilang: rasa untuk kembali. Walau sempat meyakinkan diri buat jalan masing-masing, ternyata hati selalu punya kompasnya sendiri. Dan ternyata, arahnya selalu saling menunjuk.