









“Awal mula semua ini… tahun 2021. Waktu itu sederhana sekali. Hanya sebuah story di sosmed yang lewat di beranda, dan aku—entah kenapa—memberanikan diri untuk mengirim pesan. Kupikir hanya iseng, tapi sambutannya hangat… terlalu hangat untuk bisa kulupakan. Dari situlah aku semakin penasaran, semakin ingin mengenalnya. Dan siapa sangka… dari satu pesan singkat, hidupku berubah.”
“Empat tahun berjalan. 2021 sampai 2025… cerita kita nggak seperti anak muda kebanyakan. Kita nggak pernah punya tanggal jadian. Nggak ada momen dramatis ‘aku suka kamu’ lalu pacaran. Yang kita punya cuma rasa percaya dan rasa sayang. Itu saja, tapi cukup untuk membuat kita bertahan di tengah tawa, air mata, suka, duka—bahkan perdebatan yang entah sudah berapa kali kita jalani. Empat tahun bukan waktu singkat, tapi justru dari situlah kita akhirnya sepakat: ‘Kita bawa ini ke jenjang yang lebih serius.’”
“April 2025… momen itu datang. Aku bersama keluargaku datang ke rumahnya. Dengan perasaan campur aduk—antara gugup dan bahagia—aku menyampaikan niatku. Alhamdulillah, restu itu turun. Dan hari itu resmi, kami bertunangan. Rasanya seperti langkah pertama menuju kehidupan baru.”
“Dan sekarang… Oktober 2025. Setelah segala persiapan, perdebatan, diskusi yang bikin pusing kepala… akhirnya, Hari itu datang juga—hari di mana kami akan melangsungkan pernikahan. Hari di mana cinta ini tak lagi sekadar rasa, tapi janji. Karena pada akhirnya, ini bukan sekadar cerita cinta… tapi perjalanan dua jiwa yang memilih untuk saling percaya.”