Enam bulan berlalu, akhirnya kami dipertemukan di Kota Kembang. Rasa haru bercampur gugup, membuat kata-kata seakan menghilang. Hanya tatapan mata yang berbicara, menyampaikan perasaan yang sulit diucapkan. Dalam keheningan yang berisik, kami menemukan ketenangan. Setelah hari itu, jarak kembali memisahkan, dan suara menjadi satu- satunya cara untuk mengobati rindu, sembari menanti waktu terbaik untuk berjumpa lagi.