Waktu begitu cepat berlalu, sampai bulan April 2015 dia mencoba peruntungan karir di luar negeri. Ya, kami sepakat menjalin hubungan LDR dan berkomitmen bertemu diversi terbaik dari diri kami masing-masing. Kami saling mendukung dan menguatkan. Seharipun tidak kami lewati tanpa bertukar cerita, sampai tidak terasa 9 tahun berlalu cepat. Banyak hal yang kami lalui, jatuh bangun, jenuh, marah, kesepian, tapi tidak satupun yang berhasil memisahkan kami. Komitmen itu malah semakin kuat dan meyakinkan saya kalau dia adalah sahabat, dia adalah partner, dia adalah diary hidupku.