Ternyata kami butuh waktu 28 tahun untuk bisa bertemu dengan seseorang yang mampu memberi rasa percaya bahwa bersamanya semua akan baik-baik saja.
Juni 2024 menjadi awal perkenalan kami. Tuhan mempertemukan kami di tempat kerja yang sama. Tidak ada yang istimewa, hanya sekedar teman biasa. Bulan berganti tahun, kami semakin dekat dan akrab. Namun, kami sepakat untuk tidak saling mengikat satu sama lain, sebab tak ada satupun diantara kami yang tahu seperti apa takdir akan membawa kisah kami berdua.
Mei 2025, layaknya hujan di Morowali yang selalu datang tiba-tiba, kami terlibat pembicaraan serius tentang masa depan, lelaki sabar ini tiba-tiba menyampaikan niat baiknya. Kami melakukan diskusi panjang yang memakan waktu berminggu-minggu, tidak hanya antara kami berdua, tapi juga melibatkan orangtua. Hingga akhirnya, diskusi panjang itu menghasilkan sebuah kesimpulan yang Insyaa Allah akan menjadi awal dari sebuah perjalanan yang panjang.
Ahad, 15 Juni 2025, Lamaran dan Mappettuadapun dilaksanakan. Tidak ada dekor mewah, tak ada tukar cincin, hanya ada dua keluarga besar yang berdiskusi tentang hari yang penuh berkah dan bahagia untuk kedua anaknya.
Atas izin Allah Swt dan restu kedua orang tua kami, Insyaa Allah kami akan melaksanakan salah satu sunnah Nabi Muhammad Saw yaitu menikah pada akhir bulan September ini. Sebab pernikahan adalah ibadah terpanjang, maka ada banyak do’a dan harapan, semoga segala yang telah direncanakan, Allah Swt berikan kemudahan dan kelancaran hingga hari yang telah disepakati Aamiin
“Pada akhirnya pencarianmu akan bermuara bukan pada kesempurnaan melainkan penerimaan, pada sosok yang bisa menerimamu dan juga pengingat saat taatmu luntur. Karena, tak akan kau temukan sosok sempurna untuk dipilih, tapi selalu ada sosok yang layak untuk diterima.”-anonim
* Pastikan nama dan nomor rekening sudah sesuai dengan nama mempelai ketika melakukan proses transfer.
The Wedding of