



Sejak kecil kami hanya saling mengenal sebagai tetangga, tak pernah menyangka bahwa kelak takdir akan menulis kisah indah untuk kami berdua: sebuah ikatan cinta.
Saya dan Raihana, mengalami pertemuan tak terduga. Perjumpaan demi perjumpaan itu, datang dengan cara yang sederhana—di angkot, di jalan sepulang ibadah, hingga di kota-kota jauh yang tak pernah kami duga akan menjadi saksi perjalanan hati. Dari Maluku Utara hingga Bandung dan Jakarta, seperti kota yang dijanjikan untuk menukilkan kisah kita, di mana cinta kita bersemi, patah dan pergi, lalu kembali dan abadi.
Waktu berlalu, komunikasi yang sempat hilang, akhirnya kembali datang. Tepat pada akhir tahun 2017, usai saya juga Raihana, bertemu secara kebetulan di Jakarta. Saat itu, saya hendak ke Jakarta dan tahu Raihana sedang melanjutkan pendidikan tinggi di sana. Meskipun kikuk dan tak seleluasa dulu karena kita tak pernah berkomunikasi sekian purnama, saya memberanikan diri membuka percakapan. Setelah bertemu dan berbincang panjang di Jakarta, saya dan Raihana bersepakat menyatukan ulang rasa, mengikat hubungan asmara. Tapi, seperti yang sudah-sudah, perjalanan rasa kami kembali kandas pada 2020 dan tak pernah menjalin komunikasi lagi selama beberapa tahun.
Singkat cerita, dua tahun kemudian (2022), saat Raihana melanjutkan studi S2 di Bandung, takdir kembali mempertemukan kami dengan cara yang tak disangka. Waktu itu, saya transit di Bandung setelah melalui perjalanan panjang dari Semarang tujuan Jakarta. Iseng, saya membuka media sosial dan mendapati Raihana baru tiba di Bandung dari Ternate. Keran komunikasi dibuka dan kita bercerita banyak hal, mulai dari mengenang masa lalu, masa kini, dan merencanakan masa depan. Kemudian kami menghabiskan waktu di Kota Kembang itu dengan jalan-jalan ke tempat wisata, mencicipi kuliner khasnya dan sebagainya. Tak diduga, rasa nyaman itu kembali hadir, Raihana pun menyatakan rasa terpendamnya. Lalu mengajak saya mengikat cinta dengan komitmen yang lebih serius. Kita pun bersepakat dan Bandung menjadi saksi ke sekian untuk perjalanan cinta saya dan Raihana.
Dari Bandung, kisah kami berlanjut dengan lika-liku yang baru. Walau kami sempat berpisah, terdiam tanpa kabar, tetapi cinta selalu menemukan jalannya. Saat takdir mempertemukan kembali di Bandung, kami sadar bahwa rasa yang pernah ada tak pernah benar-benar hilang. Ia hanya menunggu saat terbaik untuk tumbuh kembali, lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih indah. Saya pun membuktikan kepada Raihana bahwa cinta yang kita jaga dan lalui berdarah-darah, harus berakhir dengan kemenangan sejati di bahtera rumah tangga.
Kendati kita harus diuji dengan hubungan jarak jauh antara Jakarta dan Tidore, saya mengambil keputusan paling berani: pulang dan membicarakan masa depan dengan keluarga Raihana. Alhamdulillah, semua upaya kami diberi jalan kemudahan oleh Allah SWT. Di akhir Maret 2025, saya menghadap kedua orang tua Raihana dan mengutarakan niat baik saya meminang anakda tercintanya. Akhirnya, niat baik saya disambut dan diterima dengan tangan terbuka oleh kedua orang tuanya.
Hari ini, dengan penuh syukur, saya dan Raihana mantap melangkah ke jenjang lebih serius. Kami percaya bahwa cinta yang dipelihara oleh waktu dan dikuatkan oleh doa, akhirnya berlabuh pada tujuan terindah: sebuah pernikahan.
* Pastikan nama dan nomor rekening sudah sesuai dengan nama mempelai ketika melakukan proses transfer.
* Mohon untuk melakukan konfirmasi hadiah anda dengan mengirim bukti transfer/ resi pengiriman kepada mempelai melalui personal message. Terima kasih.