


Aku bersyukur dipertemukan denganmu. Barangkali tak satupun diantara kita mengira akan mengukir kisah bersama. Pertemuan pertama yang tak terduga, ternyata menjadi awal dalam perjalanan panjang kita.
Mungkin semula kita memang dua orang asing, yang tak mengenal satu sama lain. Hingga semesta dengan skenario misterinya mempertemukan kita lagi, dan mulai saling menggantungkan diri.
Barangkali memang benar, bukan karena bertemu kemudian kita berjodoh. Namun karena berjodohlah, kita dipertemukan. Beberapa kali kita saling mempertanyakan pada diri sendiri. Apakah memang benar dia? Ataukah hanya bagian dari cerita yang akan segera berlalu?
Mulai dari canda, tawa, suka, hingga duka, banyak yang telah kami jalani bersama, meski tak sekalipun pernah kami ceritakan. Walaupun kadang kamu menyebalkan, atau malah mungkin aku yang lebih menyebalkan, tapi kamu tetap tempat pulang paling nyaman. Dan denganmu, aku ingin jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi.